Dalam praktik akuntansi, jurnal prepaid digunakan untuk mencatat pembayaran yang dilakukan sebelum manfaatnya benar-benar diterima atau digunakan. Tujuannya adalah agar beban dicatat secara proporsional sesuai periode manfaatnya, bukan sekaligus di awal.
Sebagai contoh, perusahaan melakukan pembayaran sewa gedung selama satu tahun sebesar Rp12.000.000. Karena manfaat sewa belum digunakan sepenuhnya, maka pembayaran tersebut dicatat terlebih dahulu sebagai aset dengan jurnal: Debit Sewa Dibayar di Muka Rp12.000.000 dan Kredit Kas Rp12.000.000.
Selanjutnya, pada akhir periode, dilakukan penyesuaian untuk mengakui bagian sewa yang sudah terpakai selama satu bulan. Maka dicatat Debit Beban Sewa Rp1.000.000 dan Kredit Sewa Dibayar di Muka Rp1.000.000. Proses ini diulang setiap bulan hingga seluruh nilai sewa diakui sebagai beban.
Dengan metode ini, jurnal prepaid membantu menjaga ketepatan waktu pengakuan beban, sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan yang lebih realistis dan sesuai prinsip akuntansi akrual.